16 Mei 2014

Love Is...

Love is..
Benar adanya, ketika kita ngerasa begitu seneng dan cinta sama seseorang.. kita bakalan menerima kekurangan dan kelebihan dia. Apapun itu. Wow banget ya rasanya.
Disamping kalimat yang aku tulis diatas, ada satu lagi kata-kata umum yang bener banget.. yakni “batas cinta dan benci itu tipis banget..”
Manusia emang ya. Bertindak dan berlaku diluar nalar tuh kadang menjadi hal yang normal.
Tidak bisa dipercaya, dari yang benci banget eh sekarang jadi penasaran dan juga kangen banget kalau nggak tau kabarnya. 
Jadi ini ya namanya cinta tanpa alasan? Maka anggaplah ini tidak berjalan terus-terusan, bisa gila beneran..

Jadi.. sementara ini,
Love is : menerima apapun yang dia punya. Karena dengan dialah, kita merasa kita menjadi sempurna, dan kita mampu menerima ketidaksempurnaannya.  Sem-pur-na. Kata-kata yang simpel abis tapi dalem banget maknanya.

Love is : ingin sekali mengenalnya lebih dan lebih dari yang sebelumnya. Waktu yang ada sehari pun enggak bakal cukup buat kepengen tahu (alias KEPO) mengenai dirinya.

Love is : energi yang membuatmu pergi jauh dan berani meninggalkan 'zona nyaman'.

Love is : kepengen menunjukkan kelemahanmu, impian terdalammu, dan hal-hal yang harusnya selama kamu hidup menjadi rahasia didalam rahasiamu untuk berbagi dengan dia.

Love is : . . . . (apa menurutmu?)

Meskipun cinta, cinta, dan cinta (lagi) kayaknya udah sering kubahas di postingan sebelum-sebelumnya dan bahkan jadi topik utama label post "curhat"-ku, tapi cinta emang selalu menjadi bahan yang 'quite fun' untuk lagi dan lagi dibahas.  Semakin dibahas, semakin beragam juga pemikiran yang masuk di kepala.. nah, apalagi mengenai tema postingan kali ini, "Love Is"! Jadi jangan pernah bosen ya?!

Orang yang jatuh cinta terus bukannya awet muda ya? Bener ga sih?
Okelaah. Markitung! Mari Kita Tunggu aja sampai ada penelitian yang membuktikan hal macem gitu =D

"..oh kiss me, and smile for me..
tell me that you'll wait for me.."
(sepenggalan Lagu "Leaving on Jet Plane"--tiba tiba ada yang maenin lagu ini di kepala--)
So guys, please believe in Karma. Karma does exist!

Perasaan ama yang kemaren juga dari beginian deh fiy jatuhnya. Haha iya ya? Auk ah. Ini nulis apa sih benernya?
Posting Komentar