3 Nov 2011

Satu Yang Kutunggu Untuk Menyapaku

saya? bukan, bukan saya yang memilih untuk mengingatmu. tapi keadaan ini, kondisi ini. semuanya didalam situs jejaring sosial yang saya punya, masih sering menyebut namamu.
saya? bukan saya kok, yang memilihmu untuk muncul ditajuk tampilan "berita populer" pada beranda akun saya pagi ini.
gambar dari sini
dan mungkin juga bukan salahmu, untuk tidak mengingat saya sekalipun. bukan salahmu juga, jika kamu tidak melihat saya ditajuk "berita populer" pada berandamu. 
lalu, kira-kira salah siapa?
well, saya sangat tidak ingin menyalahkan waktu. semua ini karena saya sedang muak berurusan dengan dia saat ini. kau tahu? waktu yang sangat lama, sudah saya habis pergunakan -atau lebih tepat pakai kata "buang" ya?- untuk melakukan hal membosankan yang disebut menunggu.
yap! menunggu ponsel saya berdering, berasal dari nomor tak dikenal, menanyakan identitas saya, dan beberapa pertanyaan wawancara standartnya. menunggu saat-saat itu tiba. sudah sangat lama dan saya hampir putus asa. karena telepon itulah yang mungkin akan merubah hidup saya.
saya tidak bodoh telah membuang banyak waktu untuk menunggu, saya hanya merasa dibodohi. 

lalu, apa hubungannya telepon ini dengan kamu? hmm.. sebentar.
ada kok.
ada kamu dan telepon. satu yang kutunggu untuk menyapaku.


Posting Komentar