25 Jun 2011

Seandainya..

aku merasa tertekan setiap kali mengingat sosokmu. entah karena terlalu sulit bagiku buat memaksakan kepala ini untuk lupa, atau karena setiap detik yang aku lalui kemarin saat aku masih berada dekat denganmu, begitu sempurna. setiap momennya, setiap hal yang berlalu bersama. setiap....setiap detik.
bukan, aku sedang sangat menghindari perasaan patah hati. ya patah hati karena kamu tiba-tiba hilang. dan sedikit banyak semua ini terjadi karena kesalahanku. kecerobohan yang sangat aku sesalkan dikemudian hari. hingga hari ini saat aku kembali mengingatmu.
 
"dia kini telah pergi jauh..
terbang tinggi tinggalkanku disini
Tuhan Engkau tahu aku mencintainya
dan tak ada yang bisa mengganti dirinya
Tuhan hanya dia yang selalu ada
dalam anganku, dalam benakku..."
[Blackout - Selalu Ada]

dan setiap kali aku teringat, meski sudah bertahun lamanya kejadian ini, luka itu kembali menganga lagi. padahal bermusim-musim sudah, ini semua berlalu tanpa kamu. bermusim sudah aku berdiri tanpa mengetahui lagi keberadaanmu. hanya karena aku dulu sempat tak peduli. sempat terluka, dan tidak mau tahu. 
penyesalan mana yang tidak datang belakangan? 
jadi merasa orang terbodoh didunia aku. hanya karena emosi sesaatku yang membunuh semua.

setiap kali teringat, aku mencoba mencarimu disisa-sisa keberadaanmu dulu yang sempat kuketahui. dan setiap kali semakin sakit, semakin terasa bahwa perasaan yang dulu sempat aku pertanyakan? itu begitu nyata ternyata. rasa yang dulu aku sangsikan? itu dalam membekas.

aku hanya mengulang-ulang lagu yang kita nyanyikan dulu. mengulang-ulang lagu lain, yang membuatku teringat tentang kamu. mencoba membangun keberadaanmu lagi. meski sangat sulit dan menyakitkan. meski hanya sebatas apa yang aku ingat. tapi kamu masih utuh ada disini.

andai mencarimu semudah mengetik kata kunci di browser, dan menemukan kabarmu disana. 
andai menemukanmu semudah memasak mie instan.
dan andai merindukanmu itu tidak menyakitkan.
maaf kek.
Posting Komentar