2 Nov 2010

dan saya akhirnya menangis lagi

selama ini, hal yang membuat sensasi menangisku jadi mendrama masih dirajai oleh rasa rindu akan Abah, ayah ku yang sudah meninggal sekitar sepuluh tahun silam. namun akhir-akhir ini, rasanya beban hidup tu kok banyak dan berat banget ya? (sedang labil, hehehe)

alasanku untuk menangis bertambah satu hal lagi, yakni mengenai seberapa besar kekuatanku akan pikulan tanggung jawab, dan tanggung jawab itu bertambah seiring umur yang semakin menunjuk ke angka yang lebih besar (kalo lebih kecil itu adalah berat badan saya, hahaha semoga).
teringat akan hal-hal kecil berharga, membuat saya perlu bikin satu note khusus untuk mengingat jasa-jasa akan "hal tidak penting".. jika itu bener-bener kutulis, berapa lembar buku kebaikan yang udah abis coba? tapi setidaknya, dari buku itu semua yang nantinya membaca bakal sadar, bahwa banyak hal kecil dan baik didunia yang tuhan nilai setiap detiknya dan itu tak disadari sedikitpun oleh kita manusia.

aku, rutinitasku sehari-hari, berhadapan dengan layar ini, dan berjuta kata yang kubaca tiap hari, semua ini atas kebaikan banyak orang. dan yang aku sadari akhir-akhir ini (sangat bodoh, karena baru akhir ini sadarnya) nyawaku dan alasan aku hidup, adalah karena satu dari triliyun kebaikan kecil dari seseorang. kebaikan yang seringkali kuacuhkan, dan kuhempas begitu saja, padahal tuhan menghargainya hingga di surga.
kebaikan seorang mama.

sekarang aku baru sadar, kebaikan beliau tiap hari, doa yang diucapkannya, serta segala ridho yang terbesit dari pikiran mama, adalah yang memberkati aku sepanjang ini.

ma, maaf ya.. belum bisa mencapai titik itu sekarang.
langkah ini masih belum aku pijak dengan kecepatan penuh.
masih tahap dimana mama diminta untuk menunggu.
maaf membuat mama menunggu, maaf membuatmu terus bertanya,
maaf untuk segala sakit yang aku pernah buat, untuk segala luka dari kata-kata,
serta perbuatanku yang tak sepatutnya aku tunjukkan pada mama,

harapanku, dan semoga ini juga teriring didalam doa mama,
agar usiaku sampai hingga pada titik dimana aku bisa membuat mama bahagia,
sampai pada titik dimana mama tak ada penyesalan memilikiku sebagai seorang putri,
seorang manusia yang keluar dari rahim mama.
dan disanalah semua hal bisa aku dapatkan dengan penuh kebanggaan,
semua keinginan mama bukan mama yang mewujudkan,
tapi aku.
aku yang harusnya selalu berbakti dan menunjukkan loyalitasku pada mama,

setidaknya kata-kata seperti itu yang membuatku perlu sadar bahwa mama masih ada untuk memberiku semangat hingga detik ini. lihatlah apa yang mama minta dariku? hanya bukti, bahwa semua yang mama lakuin selama ini bukan sia-sia.
dan semoga tidak lama lagi, itu bakal tercapai, AMIN.
Posting Komentar